Page 38 - 02. BUKU PINTAR JUJUR DAN MURAH HATI FINAL for web
P. 38

kemudian  menjadi  guru  di  sekolah  HIS  Muhammadiyah  di  Cilacap. Kedisiplinan,  jiwa  pendidik                    g.   Peserta yang menangkap dilarang mengepalkan tangan ketika menangkap.
                 dan kepanduan itulah yang kemudian menjadi bekal pribadinya hingga dapat menjadi pemimpin
                 tertinggi Angkatan Perang.

                     Sementara itu, pendidikan militer diawalinya dengan mengikuti pendidikan tentara Pembela
                 Tanah Air (Peta) di Bogor. Setelah selesai pendidikan, ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di
                 Kroya. Ketika itu, pria yang memiliki sikap tegas ini sering memprotes tindakan tentara Jepang yang
                 berbuat sewenang-wenang dan bertindak kasar terhadap anak buahnya.

                     Setelah Indonesia merdeka, dalam suatu pertempuran dengan pasukan Jepang, ia berhasil
                 merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas. Itulah jasa pertamanya sebagai tentara pasca-
                 kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 18 Desember 1945, pangkat Jenderal diberikan padanya
                 lewat pelantikan Presiden. Jadi, ia memperoleh pangkat Jenderal tidak melalui Akademi Militer atau
                 pendidikan tinggi lainnya sebagaimana lazimnya, tapi karena prestasinya.

                     Sudirman  yang  pada  masa  pendudukan  Jepang  menjadi anggota  Badan  Pengurus  Makanan
                 Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas, pernah mendirikan koperasi
                 untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan. Jenderal yang memunyai jiwa sosial yang tinggi ini
                 akhirnya harus meninggal pada usia yang masih relatif muda, 34 tahun. Pada tangal 29 Januari                                                            Gambar 4.5. Permainan trust fall.
                                                                                                                                                                   Sumber: http://danzarrella.com/viral-seeding.html
                 1950, Panglima Besar ini meninggal dunia di Magelang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan
                 Semaki, Yogyakarta. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan.
                                                                                                                                        Permainan ini mengandung nilai-nilai yang baik untuk diterapkan dalam kehidupan di masyarakat,
                                                                                                                                   yaitu seperti berikut.
                                                                                                                                   a.   Kepercayaan diri untuk mempercayai orang lain.
            D.  Permainan Perbuatan Baik dan Penghargaan
                                                                                                                                            Dalam permainan ini percaya kepada anggota tim adalah suatu hal yang harus diyakini. Ketika
                Lakukan permainan-permainan berikut ini, dan kita akan menemukan betapa baik, berharga, dan                             kita menjatuhkan diri dan ditangkap oleh teman-teman, di sanalah rasa percaya kepada orang lain
            murah hatinya teman-teman yang kita miliki.                                                                                 harus benar-benar diyakini. Karena jika tidak, kita tidak akan ikut permainan itu atau kita terjatuh tanpa

            1.   Permainan Trust Fall                                                                                                   ditangkap oleh teman-teman.

                                                                                                                                            Tidak mudah untuk dapat percaya kepada orang lain apalagi dengan orang yang belum dikenal.
                      Pada permainan ini peserta secara bergantian menjatuhkan diri ke belakang dari sebuah platform
                 yang tersedia, sementara rekan-rekan yang lain menangkapnya di bawah. Aturan permainan adalah                          Namun, untuk dapat percaya kepada orang lain dibutuhkan usaha yaitu usaha untuk percaya pada diri
                 seperti berikut ini.                                                                                                   sendiri. Jika kita sudah percaya pada diri sendiri, maka dengan sendirinya rasa percaya kepada orang
                                                                                                                                        lain akan tumbuh. Dan puncaknya, apa yang diinginkan dan diharapkan oleh diri sendiri atau oleh orang
                 a.   “Yang jatuh” adalah mereka yang akan menerima aba-aba untuk menjatuhkan dirinya ke belakang.                      lain dalam tim dapat tercapai.

                 b.   ”Yang menangkap” adalah mereka yang menangkap ”yang jatuh”.
                                                                                                                                            Mustahil rasanya jika suatu keinginan tidak diikuti dengan rasa percaya kepada orang lain. Akan
                  c.   Peserta yang akan menjatuhkan diri harus menanggalkan jam tangan, cincin, atau kacamatanya                       timbul perasaan khawatir, was-was, dan ujung-ujungnya adalah pekerjaan yang tidak selesai yang
                     terlebih dahulu.                                                                                                   berakibat cita-cita atau keinginan tidak tercapai.
                  d.   Peserta yang menjatuhkan dirinya harus berdiri tegak dan kaku. Kedua tangan di samping badan atau
                     terlipat di dada sambil memegang pundak. Berdiri membelakangi rekan-rekan “yang menangkap”.                   b.   Kebersamaan

                  e.   Ketika menjatuhkan diri ke belakang, peserta dilarang membuka tangannya sehingga tidak memukul                       Kebersamaan timbul pada saat peserta bersama-sama membantu temannya menangkap temannya
                     rekan yang menangkap di bawah.                                                                                     yang jatuh. Tanpa kebersamaan, maka teman yang jatuh tidak akan ditangkap oleh teman yang lain
                  f.   Peserta yang menangkap membentuk dua barisan rapat, yang saling berdiri berhadapan dengan                        atau teman yang menangkap tidak kuat menahan beban temannya. Akibatnya temannya terjatuh dan
                     jumlah anggota barisan yang sama serta bahu saling bersinggungan dengan rekan sebaris. Masing-                     permainan berakhir.
                     masing barisan membentuk bantalan mendarat yang kuat dan lentur dengan cara merentangkan                               Untuk dapat membangun suatu harapan atau keinginan diperlukan kerja sama. Tanpa ada kerja
                     tangan ke depan sejajar dengan bahu dengan telapak tangan menghadap ke atas, dan masing-                           sama tidak akan berjalan. Tidak mungkin suatu cita-cita dapat diwujudkan tanpa bantuan orang lain.
                     masing tangan direntangkan berselang-seling dengan rekan pada barisan di depan.
                                                                                                                                        Sehingga rasa kebersamaan haruslah selalu ditumbuhkan.


          32     Buku Pintar Jujur dan Murah Hati                                                                                                                                   Bab 4 Tips dan Trik Berbagai Pedoman Kemurahan Hati  33
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43